Friday, January 15, 2016

Sejarah Organisasi Indische Partij

loading...

Orang-orang keturunan Indo-Belanda di Indonesia dianggap lebih rendah dibandingkan orang Belanda asli. Oleh karena itu, orang-orang keturunan Indo-Belanda terdorong untuk membentuk perkumpulan pada tahun 1898 dengan nama Indische Bond dan pada tahun 1907 mendirikan Insulinde.
Seorang Indo bernama E.F.E. Douwes Dekker mengambil prakarsa untuk membentuk partai politik bagi golongan Indo dan bercita-cita untuk turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. E.F.E. Douwes Dekker adalah cucu Edward Douwes Dekker pengarang buku Max Havelaar dengan nama samaran Multatuli.
E.F.E. Douwes Dekker yang kemudian terkenal dengan nama dr. Danudirdjo Setiabudhi, mengajak Suwardi Suryadiningrat dan Cipto Mangunkusumo untuk bersama-sama mendirikan Indische Partij pada tanggal 25 Desember 1912 di Bandung.
Keanggotaan Indische Partij terbuka untuk semua golongan, baik bumi putera, Indo, Arab, Cina, India, dan golongan lainnya. mereka dipadukan dengan semangat kesatuan bangsa dengan menanamkan semangat nasionalisme Indonesia.
Cita-cita Indische Partij cepat meluas melalui surat kabar de Express yang dipimpin Douwes Dekker. Ditegaskan bahwa nasib kaum Indo keturunan Eropa, Cina, Arab, India dan sebagainya ada di tangan mereka sendiri dan untuk itu kolonialisme dan imperialisme di Indonesia harus dienyahkan.
Dengan langkah-langkah yang ditempuhnya, anggota Indische Partij dalam waktu singkat mencapai ribuan orang. Dalam tahun pertama tercatat 1.300 bangsa Indonesia dan 600 orang keturunan Indo dan lainnya. 

Disebutkan bahwa pemerintah kolonial adalah depotisme dan musuh bebahaya bagi kesejahteraan rakyat yang harus disingkirkan. Disebutkan juga bahwa kaum Indo adalah golongan yang dianaktirikan. Oleh karena itu, yaitu untuk memperkuat dirinya harus bersatu dengan Bangsa Indonesia untuk mencapai tujuan bersama Indonesia Merdeka.
Perkembangannya yang sangat pesat menyebabkan Indische Partij mulai diawasi dan dicurigai oleh pemerintah Belanda. Oleh karena itu, ketika pengurusnya mengajukan permohonan untuk membentuk badan hukum, secara tegas pemerintah menolaknya.
Pada tahun 1913 pemerintah Hindia-Belanda mengadakan persiapan untuk turut merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda dari Penjajahan Perancis (1814). Untuk maksud itu, pemerintah ingin mencari dana, demi suksesnya perayaan kemerdekaan tersebut.
Menanggapi keinginan pemerintah ini, Suwardi Suryadiningrat ( Ki Hajar Dewantara ) menulis sebuah karangan berjudul “Als ik eens Nederlander was” ( Seandainya saya seorang Belanda ). Tulisan yang dimuat dalam surat kabar de Express itu menimbulkan kemarahan pemerintah Hindia-Belanda. Dalam tulisan itu, dijelaskan bahwa :
“ kalau saya orang Belanda, maka saya akan berusaha agar perayaan kemerdekaan itu dapat diselenggarakan dengan sebaik-baiknya dan semeriah-meriahnya, tetapi saya tidak mau bangsa Pribumi atau  daerah jajahan ikut menanggungnya. Sebab tidak addil jika bangsa pribumi (Indonesia) ikut menanggung, itu merupakan suatu penghinaan moril dan materiil terhadap kemerdekaan itu.”
Akibat tulisan itu, pemerintah Hindia-Belanda mengambil sikap untuk menangkap ketiga pimpinan Indische Partij. Mereka dikenakan hukuman pembuangan (internir), yaitu Doewes Dekker dibuang ke Kupang, Suwardi Suryadiningrat ke Bangka, sedangkan Cipto Mangunsukumo dibuang ke Banda, tetapi kemudian diubah menjadi hukuman eksternir, yakni ke negeri Belanda atas permintaan ketiga tokoh tersebut.
Setelah satu tahun di negeri Belanda, Cipto Mangunkusumo dikembalikan ke Indonesia, karena alasan kesehatan. Kemudian hukuman Douwes Dekker dicabut pada tahun 1917, disusul Suwardi Suryaningrat pada tahun 1918.
sejarah indische partij
Setelah kembali dari negeri Belanda, mereka aktif kembali dalam pergerakan nasional dengan mendirikan Natinonal Indische Partij pada tahun 1919. National Indische Partij yang sebenarnya kelanjutan dari Indische Partij adalah organisasi pergerakan nasional Indonesia yang pertama yang jelas-jelas bertujuan politi, yakni memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dari  segi kebangsaan, partai ini juga telah mempersatukan bangsa, bukan hanya bangsa Indonesia, atau keturunan Indo-Eropa saja, tetapi juga pribumi, keturunan Cina, India, Arab, dan lain-lain.

loading...
Sejarah Organisasi Indische Partij Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Chumank Rush